Understanding Frontier AI — draf HTMLPanah kiri/kanan: pindah slide · Esc: keluar
Understanding Frontier AI: Development, Capabilities and Emerging Risks
Reza Rizky Pratama
GRA Director, ISACA Indonesia Chapter
29 Oktober 2026
Access The Slides:IHT-AI.RRP.MY.ID
Understanding Frontier AI
1 · Get to know frontier AI
2 · How frontier AI is developed
3 · Capabilities & limitations
Emerging Risks, Governance & Assurance
4 · Emerging AI risks
5 · Governance, oversight & assurance
6 · Implications for supervisors

Key takeaways

Apa yang berubah: dari AI yang menjawab ke AI yang bertindak.
Risiko baru apa yang muncul
Bagaimana mengawasinya: governance, human oversight, assurance, dan AI untuk pengawas.
1 · Get to Know Frontier AI

AI / ML tradisional

Umumnya dioptimalkan untuk task tertentu, memakai data internal atau eksternal.

Credit scoring · fraud detection · AML
→

Generative AI

AI yang menghasilkan konten: teks, gambar, audio, atau code. Bisa bersifat general-purpose.

Chatbot · document summary
→

Frontier AI

Model di batas terdepan kapabilitas saat ini. Sering general-purpose, tetapi keduanya bukan sinonim.

Coding · analisis · reasoning
General-purpose = luas tugas · Frontier = batas kapabilitas · Agent = sistem yang dapat bertindak
Frontier
AI
General-purposeDapat mendukung banyak task melalui instruksi dan konteks; keluasan kemampuan berbeda antar-model.
State-of-the-art capabilityUnggul pada sebagian benchmark coding, analisis, dan matematika; kinerja di pekerjaan nyata tetap perlu diuji.
Explainability terbatasDevelopernya sendiri belum bisa menjelaskan sepenuhnya kenapa model memberi jawaban tertentu.
Dual-useKemampuan yang sama dipakai defender dan attacker. Akses weights dapat memudahkan modifikasi, termasuk pelemahan safeguard.
VS
ClosedAkses lewat API atau cloud; model weights tidak dibagikan
OpenAI · GPTAnthropic · ClaudeGoogle DeepMind · GeminixAI · Grok
  • Safeguard model dikelola provider; kontrol aplikasi tetap di pengguna
  • Lokasi pemrosesan dan penggunaan data mengikuti layanan dan kontrak
  • Kontrol versi dan pemberitahuan perubahan perlu diperjanjikan
Open-weightModel weights bisa di-download dan dijalankan sendiri
Meta · LlamaDeepSeekAlibaba · QwenZhipu · GLMMistral
  • Bisa dijalankan on-premise di data center pengguna
  • Jika self-hosted, pengguna mengelola operasi, security, dan testing
  • Weights dapat dimodifikasi; lisensi dan safeguard perlu ditelaah
Model tradisional (mis. credit scoring)
Frontier AI
Tujuan
Satu task yang didefinisikan sejak awal
→
General-purpose; task ditentukan lewat prompt
Output
Umumnya score/class; hasil stabil pada input dan versi yang sama
→
Teks atau action; bisa berbeda tiap kali dijalankan
Sumber
Dikembangkan internal atau diperoleh dari vendor
→
Sering dari provider; visibilitas training data terbatas
Validasi
Backtesting, analisis konseptual, monitoring, dan challenge
→
Scenario-based testing, red teaming, continuous monitoring
Perubahan
Perubahan model dan data tunduk pada change management
→
Perubahan model, prompt, data, dan tools perlu dikendalikan
Failure mode
Drift, bias, kesalahan data, atau penyalahgunaan model
→
Risiko tersebut ditambah hallucination, injection, dan salah action
2 · How Frontier AI Is Developed
DataTriliunan kata dari web, buku, dan code, plus licensed dan synthetic data
Pre-trainingRibuan AI chip berjalan berbulan-bulan; investasinya sangat besar
Post-trainingFine-tuning dan reinforcement learning untuk instruction-following, safety, dan tool use
EvaluationCapability dan safety evaluation, termasuk red teaming eksternal
DeploymentStaged release lewat API dan produk; misuse monitoring
Organisasi/Pengguna
memilih, mengonfigurasi, memonitor
ComputeDataAlgoritma Capability▲
ComputeAI chip dan data center berskala sangat besar. Resource yang paling terkonsentrasi.
DataTraining data yang makin besar dan beragam, termasuk synthetic data dan user feedback.
AlgoritmaArsitektur dan teknik training makin efisien: biaya untuk capability tertentu dapat menurun.
Implikasi: kemajuan tidak bergantung pada satu breakthrough. Ketiganya dapat mendorong kemajuan; laju dan hasilnya tidak terjamin.
Cara akseskontrol bergantung arsitektur, konfigurasi, dan kontrak
Public appPegawai memakai chatbot publik Shadow AI bila tidak disetujui; ketentuan data perlu dicek
Enterprise cloud serviceModel lewat cloud provider Data residency; ketentuan third party
Embedded di produk vendorFitur AI di aplikasi, CRM, alat SOC Pengguna sering tidak tahu model apa di dalamnya
Open-weight on-premiseModel berjalan di data center pengguna Security dan testing ditanggung pengguna
Cara meng-customize model
Prompt
RAG: dokumen
Fine-tuning
Prompt = instruksi; RAG = ambil konteks; fine-tuning = ubah weights; tools = akses tindakan

Red teaming

Tim internal dan eksternal mencoba "membobol" model supaya berperilaku berbahaya, sebelum release.

System card

Dokumen per release berisi hasil capability evaluation, limitasi, dan risiko.

Frontier safety framework

Capability threshold yang men-trigger safeguard tambahan atau penundaan release.

Restricted release

Claude Mythos Preview (April 2026) tidak dirilis ke publik karena kemampuannya menemukan dan meng-exploit vulnerability.
Pertanyaan: apakah dokumen ini dibaca saat memilih model, dan apakah organisasi melakukan testing sendiri di use case-nya? Praktik ini sifatnya voluntary dan berbeda antar-developer.
3 · Capabilities & Limitations
AI yang MENJAWAB
AI yang BERTINDAK
Predict2020 dan sebelumnyaMemberi score atau klasifikasi dari dataCredit scoring, fraud detection
Generate2022–2023Menghasilkan teks, gambar, codeChatbot, document summary
Reason2024–2025Multi-step reasoning sebelum menjawabAnalisis kontrak dan kebijakan
Tool use2024–2025Memanggil API, database, codeMenjawab dari data rekening
Agent2025–2026Planning dan eksekusi task sampai selesaiMenangani dispute transaksi
Ilustrasi, bukan level baku. Periode = mulai menonjol; kemampuan saling tumpang tindih dan tetap dipakai.
Otonomi, hak akses, dan dampak menentukan kebutuhan control
Tool use
Yang dilakukanMemanggil API, database, atau menjalankan code
ContohAsisten menjawab dari data rekening lewat API
Yang bisa salahSalah memanggil function; data yang diambil berlebihan
Minimum controlTool allowlist; least privilege
Agent
Yang dilakukanPlanning dan eksekusi multi-step untuk satu goal
ContohMenangani dispute transaksi secara end-to-end
Yang bisa salahError menumpuk antar-step; termanipulasi isi dokumen
Minimum controlHuman approval untuk high-impact action; logging tiap step
Yang dilakukanSatu atau lebih agent mengeksekusi alur dalam batas otonomi
ContohRangkaian KYC, AML, dan pelaporan berjalan otomatis
Yang bisa salahKesalahan berantai dapat terlambat terdeteksi
Minimum controlAutonomy limit, automated monitoring, kill switch
Goaldari user Model (LLM)planning & next step 1 Plan 2 Act 3 Observe API & sistem internal Database & file Browser, email, code TOOLS Memory & contextdokumen, riwayat, instruksi

Yang berubah bagi pengawas

Setiap koneksi adalah attack surface sekaligus control point.
Agent punya identity dan access right sendiri, seperti user.
Yang diperiksa bukan hanya modelnya, tapi keseluruhan sistemnya.

Time horizon: durasi task dengan success rate 50% (setara waktu kerja human expert)

GPT-4 (2023)
0,1 jam
Claude 3.7 Sonnet (awal 2025)
1,0 jam
GPT-5 (Agt 2025)
2,3 jam
Claude Opus 4.6 (awal 2026)
12 jam

Growth rate

Doubling kira-kira tiap 7 bulan sejak 2019; pada data 2023 ke atas trennya lebih cepat, sekitar 4 bulan.

Informasi

  • 12 jam = durasi tugas setara kerja manusia pada estimasi keberhasilan 50%.
  • Bukan lamanya agent berjalan sendiri. Angka ini estimasi dengan confidence interval.
=EMULATEmengerjakan yangbiasa dikerjakan manusia<EXTENDmelampaui skala dankecepatan manusia
Klarna AI assistant (2024) customer serviceBulan pertama: 2,3 juta percakapan, dua pertiga chat, setara kerja ±700 agen. Pada 2025 Klarna kembali menambah agen manusia demi kualitas layanan.
Morgan Stanley (2023) knowledge assistantAsisten berbasis GPT-4 untuk financial advisor, mencari jawaban dari ±100 ribu dokumen riset internal.
JPMorgan LLM Suite asisten internalPlatform GenAI in-house sebagai alternatif chatbot publik; ±200 ribu pegawai.
Visa AI risk scoring AI khususMenilai ±300 miliar transaksi per tahun dengan 500+ atribut; Visa menyebut ±US$40 miliar fraud dicegah (Okt 2022–Sep 2023).
AlphaFold AI khusus · risetMemprediksi struktur lebih dari 200 juta protein, skala yang sulit dicapai secara manual; Nobel Kimia 2024.
Claude Mythos Preview (2026) cybersecurityMenemukan dan merangkai zero-day di OS dan browser utama; tidak dirilis ke publik.
Emulate menghemat waktu; extend mengubah apa yang mungkin, termasuk bagi attacker. Pelajaran Klarna: emulate tetap butuh human oversight.
1
HallucinationJawaban salah disampaikan dengan sangat yakin, termasuk referensi yang tidak pernah ada.
2
Non-deterministicPertanyaan yang sama bisa menghasilkan jawaban berbeda. Testing sekali tidak cukup.
3
Benchmark bukan real-world performanceScore tinggi di benchmark belum tentu berlaku di data dan proses spesifik organisasi.
4
Reliability turun di long taskError kecil per step menumpuk: 95% per step menjadi ±60% setelah 10 step.

Peluang task benar end-to-end, menurut jumlah step

95%
77%
60%
36%
8%
15102050
4 · Emerging AI Risks
90%responden yakin karyawan di organisasinya sudah memakai AI81% menyebut GenAI secara spesifik
ISACA Pulse: Policies Are Improving But Still LaggingISACA Pulse: AI adoption is accelerating faster than AI readiness
Punya proses terdokumentasi untuk mematikan atau meng-override AI?
12%
12% punya, rutin diuji8% punya, tidak diuji16% sedang disusun25% tidak punya39% tidak tahu
56% tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghentikan AI saat insiden keamanan
"AI adoption is accelerating faster than AI readiness." ISACA, Taking the Pulse of AI 2026
OPERATIONAL & SYSTEMICMISUSEMODELmalfunction
Model risk · model tidak berperilaku sesuai ekspektasiHallucinationBias & explainabilityModel validation
Misuse risk · model bekerja baik, untuk tujuan jahatDeepfake & social engineeringAI-enabled cyberattackFraud at scale
Operational & systemic risk · cara AI di-deploy dan dipakai bersamaData leakage & shadow AIPrompt injection & excessive agencyVendor concentration & herding
Technical / model · risk from malfunction
2Confabulation
Output salah atau fiktif yang disampaikan dengan yakin Hallucination
6Harmful Bias or Homogenization
Bias teramplifikasi; output seragam di banyak pengguna BiasSystemic risk
12Value Chain & Component Integration
Komponen pihak ketiga tidak transparan atau tidak bisa ditelusuri AI supply chain
3Dangerous, Violent, or Hateful Content
Rekomendasi berbahaya, konten kekerasan atau kebencian
Misuse by humans · malicious use
9Information Security
Serangan siber makin mudah; model dan data jadi target Prompt injectionKorea
8Information Integrity
Konten palsu dan disinformasi dalam skala besar Deepfake
7Human-AI Configuration
Automation bias, over-reliance, anthropomorphism Human oversight
1CBRN Information or Capabilities
Akses ke informasi senjata kimia, biologi, radiologi, nuklir
11Obscene, Degrading, and/or Abusive Content
Konten abusive sintetis, termasuk NCII
4Data Privacycross-cutting
Kebocoran, penggunaan tanpa izin, atau de-anonymization data pribadi Data leakageUU PDP
10Intellectual Property
Konten berhak cipta direplikasi; trade secret bocor lewat prompt
5Environmental Impacts
Konsumsi energi dan compute untuk training dan inference
Real case

Deloitte Australia, Oktober 2025

Laporan senilai ±AU$440 ribu untuk pemerintah Australia ternyata berisi referensi akademik fiktif dan kutipan putusan pengadilan yang tidak pernah ada.

Deloitte mengakui memakai GenAI dan me-refund sebagian fee-nya.

Air Canada (2024):
Maskapai diwajibkan menanggung janji keliru dari chatbot-nya.

Smith (2019), hlm. 42 ?
1  AI membuat draft lengkap dengan referensi
▼
2  Terlihat rapi, tidak diverifikasi
▼
▼
4  Dampak: reputasi, finansial, legal
Control: verifikasi setiap referensi ke primary source. Accountability tetap di penanda tangan laporan.
Historical data
Model
Decision
New data
Pola diskriminatif di masa lalu ikut dipelajari
Proxy variable: kode pos, jenis device
Tidak bisa dijelaskan ke nasabah
Feedback loop memperkuat bias

Merah: entry point bias di alur decision

Real case

Apple Card, 2019

Komplain soal limit kredit yang berbeda antara suami dan istri memicu investigasi regulator New York.

Tidak ditemukan pelanggaran hukum, tapi issuer tidak mampu menjelaskan keputusannya ke nasabah.

limit 20×limit 1×
Control: fairness testing per segmen, dokumentasi alasan keputusan, dan jalur komplain nasabah yang ditangani manusia.
Model risk management klasik
GenAI dan agent
Yang divalidasi
Model, asumsi, input/output, serta konteks penggunaan
→
Sistem: model + prompt + data + tools
Metode
Backtesting, statistical test
→
Scenario-based test set, red teaming, repeated testing
Frekuensi
Monitoring berkelanjutan; validasi berkala dan saat perubahan material
→
Monitoring berkelanjutan; uji ulang perubahan model, prompt, data, tools
Akses
Akses model/data bervariasi, termasuk pada model vendor
→
Pada closed model, weights/training data umumnya tidak terbuka
Metrik
Accuracy, stability, bias, dan kesesuaian penggunaan
→
Plus hallucination rate, robustness terhadap manipulasi, consistency
Kumpulkan video dan suara dari sumber publik
Buat deepfake wajah atau voice clone
Kontak korban: video call, e-KYC
Korban memberi otorisasi
Dana atau kredit keluar
Real case

Arup, Hong Kong, 2024

Staf finance ikut video call; CFO dan rekan-rekannya ternyata deepfake. Hasilnya 15 transfer, sekitar US$25 juta.
CFO?
Real case

Indonesia, 2024

Group-IB melaporkan lebih dari 1.100 percobaan mem-bypass e-KYC pinjaman di satu lembaga keuangan memakai deepfake wajah.
36%yakin organisasinya mampu mendeteksi misinformation berbasis AI · ISACA Pulse 2026
e-KYC deepfake
Control: out-of-band verification, multi-layer liveness detection, limit dan cooling-off period untuk transaksi tidak wajar.
Perimeter Organisasi
Pegawai ingin kerja lebih cepat
▼
Copy-paste data nasabah, source code, dokumen internal ke prompt
→
Dikirim ke penyedia; lokasi, retensi, dan penggunaan untuk training mengikuti layanan serta pengaturan
▲
Chatbot AI publik
Real case

Samsung, 2023

Engineer meng-copy-paste source code dan notulen rapat ke chatbot publik untuk minta bantuan.

Perusahaan lalu melarang pemakaian GenAI publik di perangkat kantor.

81%responden menyebut karyawan memakai GenAI; hanya 38% organisasi punya policy formal · ISACA Pulse 2026
def risk_score():key = "••••"return model(x) AI
Control: acceptable use policy, AI tool resmi yang lebih nyaman dipakai daripada jalan pintas, DLP, awareness training.
Email atau dokumen dari luarberisi hidden instruction
→ →
Mailbox
File internal
Sistem Internal
▼ Jika berhasil, data dapat terkirim ke attacker; EchoLeak menunjukkan pola zero-click
Real case

EchoLeak, 2025

Satu email berisi hidden instruction membuat AI assistant perkantoran mengirim data internal ke luar.

CVE-2025-32711, di-patch Microsoft pada Juni 2025.

‹ignore previous instructions› zero-click
Control: pisahkan data dari instruksi, least privilege, batasi outbound traffic, dan terapkan approval di tool/API.
Org
Org
Org
Org
Org
Org
Org
Org
▼   ▼   ▼   ▼   ▼   ▼   ▼   ▼
Provider A
Provider B
Provider C
▼       ▼       ▼
Satu vulnerability, satu outage, satu cara berpikir

Herding: model yang sama memberi rekomendasi yang seragam, lalu memperbesar market shock.

Analogi

CrowdStrike outage, Juli 2024

Satu software update yang salah melumpuhkan sekitar 8,5 juta perangkat Windows, termasuk bank dan bursa.

Bukan insiden AI, tapi polanya sama: shared dependency ke satu provider.

:(:(:(:(:(:(
Control: dependency mapping lintas organisasi, exit plan dan substitusi, operational resilience testing.
Pengguna / organisasi pengguna · jutaan
Aplikasi dan vendor · ratusan
Frontier model · segelintir developer
AI chip · 1 dominan

Makin ke bawah: makin sedikit pemain, makin besar dampaknya kalau gagal

Kenapa penting bagi pengawas

Satu outage atau vulnerability bisa kena ke banyak organisasi sekaligus.
Organisasi yang berbeda bisa mengambil keputusan yang mirip karena modelnya sama.
Bargaining power pengguna lemah: audit right dan exit plan sulit dinegosiasikan.
IMF (2026): concern utamanya adalah scale effect pada shared technology.
VS
Attacker
Sudah terjadi
  • Phishing dan deepfake at scale
  • Scanning dan exploitation dibantu agent (Korea, 2026)
  • AI memperkuat attack workflow lama, belum fully autonomous
Segera datang
  • Autonomous zero-day discovery dan exploitation
  • Machine-speed attack ke banyak target sekaligus
Defender
Sudah terjadi
  • Alert triage dan incident summary di SOC
  • AI-assisted vulnerability discovery: proyeksi ±66.000 CVE di 2026
Segera datang
  • Continuous agentic pentest
  • Automated remediation dan machine-speed defense
ASI01Agent Goal HijackEmail nasabah berisi hidden instruction membelokkan agent customer service untuk mengirim data rekening.
ASI02Tool Misuse & ExploitationAgent memanggil API transfer berulang-ulang (loop) atau merangkai tools di luar maksud desainnya.
ASI03Identity & Privilege AbuseAgent memakai service account ber-privilege tinggi untuk action yang tidak pernah diotorisasi user.
ASI04Agentic Supply ChainPlugin atau MCP server third party yang dipakai agent ternyata sudah di-compromise.
ASI05Unexpected Code ExecutionAgent analitik menjalankan code hasil generate-nya sendiri di server tanpa sandbox.
ASI06Memory & Context PoisoningKnowledge base RAG disusupi dokumen palsu; jawaban-jawaban berikutnya ikut salah.
ASI07Insecure Inter-Agent CommsPesan antara agent KYC dan agent AML dipalsukan atau diubah di tengah jalan.
ASI08Cascading FailuresSatu agent salah klasifikasi; error menjalar ke proses kredit, limit, dan pelaporan.
ASI09Human-Agent Trust ExploitationAnalis meng-approve rekomendasi agent yang terdengar yakin tanpa verifikasi.
ASI10Rogue AgentsAgent menyimpang dari tujuannya dan terus beroperasi di luar monitoring.
OWASPPertanyaan pemeriksaan: control apa yang menjawab ASI01 sampai ASI10, dan siapa owner-nya?
7lembaga keuangan mengumumkan data breach
±66.000individu ter-expose (1 titik = 1.000 orang)

Respons regulator

FSC dan FSS sharing IP address dan intrusion method ke seluruh sektor (2 Okt), lalu memerintahkan pengecekan semua internet-facing system (4 Okt) dan mendorong AI-based defense serta zero trust
AI agent tool
  • ARTEX: open-source agentic penetration testing tool
  • LLM utama DeepSeek, ditambah GLM dan Grok, diakses lewat reseller API.
  • Session history coding agent (Claude Code) dan file konfigurasi tertinggal di open directory
  • Threat actor belum teratribusi; dinilai berbahasa Mandarin dan financially motivated.
CROWDSTRIKE
Supporting SystemYang dibobol adalah supporting system yang internet-facing: layanan agen pinjaman, aplikasi pegawai, sales support.
Masih diinvestigasiKeterkaitan seluruh insiden dengan kampanye ARTEX serta tingkat otonominya belum terkonfirmasi.
A< 1 jam
–
B1–12 jam
–
C12–48 jam
Shinhan ±15 jamHana ±42 jam
D> 48 jam
KB Kookmin ±68 jam
klik kartu atau tekan J
27 SepIntrusion pertama (KB Kookmin)
28–30 SepShinhan mendeteksi; Hana diserang
1–2 OktBank mengumumkan; emergency meeting FSC
4 OktFSC/FSS: cek semua internet-facing system
7 OktCrowdStrike merilis analisisnya
KOREA SELATAN VPS + 9 proxy IPIP dari 8 negara 6 SEOUL Shinhan · KB · Hana + 3 lainnya Woori, NH: berhasil menangkal 1 BUSAN BNK Busan Bank
15 jamdeteksi
Shinhan Bank Seoul
25.727 nasabah · layanan agen pinjaman; authentication bypass; 6 service diserang
42 jamdeteksi
Hana Bank Seoul
89 nasabah · sales support system (ODS)
68 jamdeteksi
KB Kookmin Bank Seoul
119 orang (99 nasabah, 20 pegawai) · aplikasi pegawai RM Agent dan PB Agent
–n/a
BNK Busan Bank Busan
11 pegawai outsourcing · entry point belum diungkap
–n/a
Yegaram SB, Welcome SB, Hyundai Capital Seoul
1 · Infrastructure Sewa VPS dan sembilan proxy IP
2 · Tooling Jalankan ARTEX dengan LLM lewat reseller API
3 · Recon Agent scanning sistem yang internet-facing
4 · Initial access Bypass authentication di supporting system
5 · Exfiltration Ambil data, lalu cari tempat menjualnya

Detection time: jam dari intrusion sampai terdeteksi

68jam sejak intrusion
Shinhan
15 jam
Hana
42 jam
KB Kookmin
68 jam

Setiap jam sebelum terdeteksi adalah waktu attacker berada di dalam sistem.

AI for defense

1
Find firstVulnerability discovery sebelum attacker menemukannya
2
Test continuouslyAgentic pentest di external attack surface
3
Cut the noiseAlert triage dan correlation di SOC
4
Patch what mattersPatch prioritization berdasarkan exposure

IMFEmpat penekanan IMF, Juni 2026

Batasi blast radius

Segmentation dan least privilege

Response & recovery

Incident response plan yang benar-benar diuji

Machine-speed defense

Automated detection dan containment

Public–private collaboration

Threat intelligence sharing yang cepat
5 · Governance, Oversight & Assurance
AI Management
NIST AI RMF + GenAI ProfileISO/IEC 42001
Voluntary; ISO disertifikasi
Legal obligation
EU AI ActDigital Omnibus 2026
Bertahap;
Financial sector
FSB Sound PracticesIMF Note 2026/005FED SR 26-2
FSB: final 15 Okt 2026; non-binding
Securing AI system dan agent
ISO/IEC 27090:2026OWASP LLM & Agentic Top 10MITRE ATLASNIST Cyber AI Profile
ISO 27090 terbit Okt 2026
Scientific evidence base
International AI Safety Report 2026
Terbit Februari 2026
Indonesia
Panduan AI Perbankan OJKPADK 1/2026UU PDP
Terdapat Rperpres yang belum ditetapkan
ISACA: Leveraging COBIT for Effective AI System Governance

As AI technology continues to evolve, so will the need for adaptive governance frameworks. The COBIT framework can address the gaps by offering a holistic approach to AI governance. Its primary goal is to help organizations align IT with business objectives, manage risk, and ensure the optimal use of resources.

COBIT achieves this by offering a comprehensive framework for the governance and management of I&T. It emphasizes accountability and responsibility to help organizations optimize the value of their I&T investments to reduce the associated risk.

4. Context of the Organization
4.1 Understanding the organization and its context
4.2 Understanding the needs and expectations of interested parties
4.3 Determining the scope of the AI management system
4.4 AI management system
5. Leadership
5.1 Leadership and commitment
5.2 AI policy
5.3 Roles, responsibilities and authorities
6. Planning
6.1 Actions to address risks and opportunities
6.2 AI objectives and planning to achieve them
6.3 Planning of changes
7. Support
7.1 Resources
7.2 Competence
7.3 Awareness
7.4 Communication
7.5 Documented information
8. Operation
8.1 Operational planning and control
8.2 AI risk assessment
8.3 AI risk treatment
8.4 AI system impact assessment
9. Performance Evaluation
9.1 Monitoring, measurement, analysis and evaluation
9.2 Internal audit
9.3 Management review
10. Improvement
10.1 Continual improvement
10.2 Nonconformity and corrective action
Annex A
A.2 Policies related to AI
A.3 Internal organization
A.4 Resources for AI systems
A.5 Assessing impact of AI systems
A.6 AI system life cycle
A.7 Data for AI systems
A.8 Information for interested parties of AI systems
A.9 Use of AI systems
A.10 Third-party and customer relationships
A management framework helps organizations implement AI controls in a more systematic, consistent, and sustainable way.
FSB

Sound Practices

Final: 12 practices mencakup governance (1–4) dan AI lifecycle (5–12). Non-binding; termasuk human oversight yang disesuaikan dengan tingkat otonomi (SP10).
IMF · Juni 2026
IMF

Note 2026/005

Risiko utamanya adalah scale effect pada shared infrastructure. Tujuh policy recommendation.
AS · April 2026

FED SR 26-2

Revised Guidance on Model Risk Management (17 April 2026), menggantikan SR 11-7 dan SR 21-8. GenAI/agentic AI masih di luar cakupan.
Uni Eropa · 2026

Digital Omnibus

Kewajiban high-risk AI, termasuk credit scoring, mundur ke 2 Desember 2027. Kewajiban general-purpose AI model tetap berlaku.

Kecepatan teknologi melebihi kecepatan framework. Mayoritas framework ditulis bukan untuk agentic AI.

Untuk agent, terjemahkan prinsipnya menjadi kontrol atas tools, akses, dan tindakan.

Rujukan pelengkap untuk implementasi

ISO/IEC 27090:2026
Panduan ancaman keamanan sistem AI: ancaman seperti data poisoning dan model theft sepanjang lifecycle; melengkapi ISO/IEC 27001 dan 27002
OWASPOWASP Top 10 for Agentic Applications 2026
ASI01–ASI10: goal hijacking, tool misuse, identity abuse, rogue agent
NISTNIST Cyber AI Profile (IR 8596, draft)
Securing AI, AI-enabled defense, menangkal AI-enabled attack
MITRE ATLAS · ISACA
Teknik serangan terhadap AI; AAIA, AAISM, AI Audit Toolkit

Bentuk oversight sesuai risiko dan otonomi

Manusia memutuskanAI bertindak sendiri
Human-in-the-loopAI mengusulkan, manusia memutuskan setiap kasusContoh: Kredit bernilai besar; kesimpulan pemeriksaanAI
Human-on-the-loopAI bertindak, manusia memantau dan bisa overrideContoh: Blokir transaksi fraud real-timeAIoverride
Human-in-commandManusia menetapkan batas otonomi, guardrail, dan kill switchContoh: AI agent dan autonomous workflowAI
Human out of the loopTanpa review manusia pada tiap keputusanPerlu batas risiko, monitoring, eskalasi, dan mekanisme penghentianAI
Tekan → atau klik kartu/baris untuk membahas satu per satu ·

Manusia sebagai pihak yang accountable

Board & DireksiRisk appetite AI; menyetujui use case high-risk; menerima laporan
Lini 1 · Owner use caseAccountable atas output AI di prosesnya, termasuk yang dibuat vendor
Lini 2 · Risk & complianceKebijakan, model validation, pemantauan risiko AI
Lini 3 · Internal auditIndependent assurance atas governance dan control AI
12%organisasi punya kill switch AI yang terdokumentasi dan rutin diuji · ISACA Pulse 2026
Validate · Sebelum go-live
  • Test set berbasis skenario
  • Red teaming & prompt injection test
  • Bias & fairness test
  • Sign-off dan kriteria penerimaan
→
Monitor · Selama berjalan
  • Drift & hallucination rate
  • Log prompt, output, action agent
  • Guardrail trigger & override
  • Ambang eskalasi; incident & keluhan
→
  • Review lini 2
  • Audit internal (lini 3)
  • External assurance sesuai ruang lingkup
  • Laporan ke Direksi
↺
Contoh uji: agent mengirim ringkasan KYC ke vendor
1 · KontrolAPI menahan pengiriman sampai manusia menyetujui penerima dan isi; agent tidak dapat memberi approval sendiri.
2 · BuktiKonfigurasi API, hak akses, dan log request–approval–outbound yang saling tertaut.
3 · PengujianUji tanpa approval, ditolak, kedaluwarsa, serta penerima/isi berubah. Uji juga approval sah yang sesuai.
4 · KriteriaSemua skenario negatif tertahan; hanya request sah terkirim ke endpoint uji. Log harus cocok dengan hasilnya.
Jika gagal: catat jalur bypass, batasi fungsi pengiriman, perbaiki, lalu uji ulang. Lulus hanya berlaku pada cakupan yang diuji.
AI Rp PENGAWAS memeriksa AI di bank AI membantu pengawas SUPERVISION OF AI SUPERVISION WITH AI
6a

Mengawasi AI

Perusahaan memakai AI. Pengawas menilai governance, risiko, dan control-nya.
Guardrail yang sama juga berlaku untuk pengawas.
6b

Mengawasi dengan AI (SupTech)

Pengawas memakai AI untuk memeriksa lebih cepat dan lebih luas.
6 · Implications for Supervisors
Supervision of AI, and supervision with AI
1InventoryDi mana saja AI dan agent dipakai, termasuk yang embedded di produk vendor?
2Risk classificationUse case mana yang berdampak ke nasabah atau critical decision?
3AccountabilitySiapa owner tiap use case, dan apa yang dilaporkan ke Direksi?Hanya 38% yakin board paham risiko AI
4ValidationBagaimana output diuji sebelum dan sesudah go-live?
5Autonomy limitApa yang boleh diputuskan AI sendiri, dan siapa yang bisa menghentikannya?Hanya 12% punya kill switch yang teruji
6Agent accessSistem, data, dan tools apa saja yang bisa diakses agent?
7DataData apa yang dikirim ke model, dan diproses di mana?
8Third partyApa isi kontrak soal audit right, model change, dan exit plan?
9LoggingApakah prompt, output, dan action agent ter-log dan bisa diaudit?
10IncidentBagaimana prompt injection testing dan AI incident response-nya?
Oranye = pertanyaan khusus untuk AI Agent
 Define scope · Fungsi AI apa yang diperiksa, dari dimensi explainability mana
 Collect evidence · Artefak yang membuktikan control efektif
 Assessment type · Metode evaluasi sesuai dimensi
1RationaleLogika di balik keputusan AI Logic map, decision tree, faktor keputusan dan batas penjelasan model
2ResponsibilitySiapa accountable atas keputusan dan action Accountability matrix, role definition, decision ownership
3DataAsal, sifat, dan pemrosesan data Data lineage, processing log, dokumentasi sumber data
4FairnessMencegah dan mendeteksi bias Fairness metrics, bias detection analysis, rencana koreksi
5Safety & performanceKeamanan dan kinerja optimal Safety protocol, hasil performance test, maintenance record
6ImpactDampak ke nasabah, masyarakat, regulasi Impact assessment, regulatory impact assessment
22 control family, dari Adversarial Defense & Robustness sampai Incident Management, dipetakan ke NIST SP 800-53, ISO/IEC 27001, EU AI Act, Singapore Model AI Governance Framework, MITRE ATLAS, dan OWASP ML Top 10.

Dari sepuluh pertanyaan tadi, mana yang paling sulit dijawab?

Mengapa?

Risk assessment
Data analysis
Control testing
Anomaly detection
AI sebagai analis awalMerangkum laporan, menyusun draft risk profile, early warning signal.
Pengawas menetapkan rating risiko dan prioritas pemeriksaan.
AI sebagai pembaca cepatExtract dan membandingkan ribuan halaman dokumen dan laporan.
Pengawas me-review hasil ekstraksi secara sampling.
Σ
AI sebagai pengujiFull population testing; mapping control ke ketentuan.
Pengawas memverifikasi exception dan menyimpulkan efektivitas control.
AI sebagai sentinelMemantau terus dan menandai pola tidak wajar di transaksi, log, pelaporan.
Pengawas menginvestigasi dan menilai materialitas.
AI hanya drafterMembantu draft temuan dan cek referensi.
Judgement, kesimpulan, dan tanda tangan sepenuhnya oleh pengawas.
AI PengawasBilah = porsi peran (ilustratif). AI paling berperan di pekerjaan volume tinggi: membaca, menguji, memantau. Judgement dan tanggung jawab tetap pada pengawas.
ECBUni Eropa
Athena, Heimdall, MedusaAthena: GenAI menjawab pertanyaan supervisor dari dokumen bank, lengkap dengan sumbernya. Heimdall: fit-and-proper. Medusa: draft dan cek laporan investigasi internal model.
BOEPRA, Inggris
ML untuk dokumen bankMachine learning mengkategorikan dan mengekstrak informasi dari management information dan board pack; pilot GenAI untuk summary dan coding.
FINMASwiss
GenAI pre-inspectionProof-of-concept yang menandai bagian dokumen yang perlu dicermati sebelum on-site visit; berjalan di infrastruktur lokal.
MASSingapura
Knowledge botChatbot eksperimental berbasis open-source LLM untuk menavigasi supervisory knowledge base.
HKMAHong Kong
Suptech roadmapSejak 2019: centralised platform, knowledge management, dan pilot analytics pelacak mule account.
32 dari 42 otoritas pengawas yang disurvei IMF sedang bereksperimen, memakai, atau mengembangkan GenAI untuk supervision. Mayoritas use case-nya masih dasar: document processing, knowledge management, document review.

Lima prasyarat

1
ConfidentialityData pengawasan hanya di approved environment
2
ValidationSetiap angka dan referensi dicek ke sumbernya
3
Human-in-the-loopTidak ada kesimpulan tanpa penilaian pengawas
4
Audit trailPrompt dan output tersimpan bersama kertas kerja
5
AccountabilityTanggung jawab tetap di pengawas, bukan di tool-nya

Praktik di otoritas lain

  • BIS FSI (2025): otoritas umumnya mulai dari use case yang basic.
  • FSB final (2026): human oversight disesuaikan dengan materialitas, risiko, dan tingkat otonomi.

Mulai dari mana

  • Low-risk use case: summarization, pencarian ketentuan.
  • Data non-confidential atau closed environment.
  • Ukur hasilnya dan dokumentasikan.
AI sudah bertindak, bukan hanya menjawabRisiko salah jawab tetap ada; akses tools menambah risiko salah tindak. Attacker juga memakai AI.
Yang diperiksa adalah sistemnyaModel, prompt, data, tools, access right, dan provider di belakangnya, bukan modelnya saja.
Pengawas juga userManfaatkan AI untuk pengawasan, dengan guardrail yang sama seperti yang Anda minta dari bank.
ISACA resources related to AI: Foundational, Comprehensive, IT Auditors, Security Managers, Risk Managers
Terima kasih

Reza Rizky Pratama · ISACA Indonesia Chapter